“Kurang lebih dua, tiga hari terakhir ketika curah hujannya tinggi, sampahnya kemudian mengalami lebih basah dan angkutannya, air lindinya tumpah ke mana-mana,” ungkap Pram.
Sebelumnya, Pramono menyampaikan, sampah yang digunakan di fasilitas RDF Rorotan seharusnya tidak lebih dari dua sampai lima hari sehingga tidak menimbulkan bau. Selain itu, proses pengangkutannya juga bermasalah hingga menyebabkan air lindi yang berasal dari tumpukan sampah mengalir selama perjalanan ke RDF Rorotan.
“Sampah seharusnya tidak boleh menumpuk lebih dari lima hari. Tapi kemarin, mobil pengangkut air lindinya bocor dan menyebabkan bau ke mana-mana,” jelasnya.
Namun di sisi lain, warga yang tinggal di sekitar lokasi merasa Pemprov DKI tak benar-benar memahami dampak nyata yang mereka hadapi.dampak kesehatan mulai dirasakan pada 20 anak, dilaporkan mengalami gangguan mata dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). ada dugaan hal ini berkaitan langsung dengan aktivitas RDF yang tak sesuai prosedur.
Pramono, menindaklanjuti keluhan warga dan memastikan Pemprov DKI Jakarta akan menyelesaikan permasalahan ini sehingga RDF Plant Rorotan bisa beroperasi.
“Dalam waktu dekat saya akan ke lapangan dan saya juga akan menerima warga yang mengeluh tentang RDF Rorotan. Karena RDF Rorotan apapun harus diselesaikan,” tandas Pramono. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











