Ia juga mendorong agar BUMDesma aktif berperan dalam rantai pasok program MBG (Matching Business Government) pemerintah pusat, serta bermitra dengan petani, peternak, dan pelaku UMKM lokal agar keuntungan ekonomi dapat kembali ke nagari.
“Jika desa maju dan mandiri, maka daerah pun akan maju, dan pembangunan nasional akan tercapai dengan baik,” tutur Gubernur.
BUMDesma di Sumbar Terus Naik Kelas
Sementara itu, Kepala Dinas PMD Sumbar, Yozarwardi Usama Putra, melaporkan bahwa jumlah BUMDesa dan BUMNag di Sumbar terus meningkat dari tahun ke tahun.
Pada tahun 2024, jumlahnya tercatat sebanyak 713 unit, dan meningkat menjadi 828 unit per September 2025.
Selain meningkat secara jumlah, BUMDes/BUMNag juga menunjukkan kemajuan dari sisi kualitas.
“Tahun 2024, BUMDes/BUMNag dengan klasifikasi berkembang berjumlah 120 unit, dan naik menjadi 166 unit pada 2025.
Sedangkan yang maju meningkat dari 53 unit menjadi 84 unit,” jelas Yozarwardi.
Menurutnya, peningkatan tersebut tidak lepas dari upaya pembinaan yang terus dilakukan oleh Dinas PMD Sumbar bersama dinas kabupaten/kota.
“Kita akan terus mendorong BUMDesma agar menjadi motor penggerak ekonomi nagari, dengan tata kelola yang sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya.(*)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed






