PDAM Kabupaten Solok Bergerak Cepat, Perbaikan Pipa Utama di Kubung Dikebut Hingga Malam Hari
PDAM Imbau Kontraktor Proyek Koordinasi Sebelum Bekerja
Lebih jauh, Fauza menegaskan pentingnya koordinasi antara kontraktor proyek dengan PDAM sebelum melakukan pekerjaan di lapangan, terutama pada proyek pembangunan jalan, drainase, atau kegiatan lain yang melibatkan alat berat.
“Untuk pengerjaan proyek seperti jalan atau drainase, alangkah baiknya ada koordinasi dan pemberitahuan lebih dulu kepada PDAM. Tujuannya supaya bisa kami sikapi di lapangan agar pipa tidak kena alat berat dan tidak menimbulkan kerusakan,” ujarnya.
Menurutnya, bila koordinasi dilakukan sejak awal, banyak kerugian bisa dihindari. Sebab jika pipa sudah terlanjur pecah, yang dirugikan bukan hanya PDAM, tapi juga masyarakat.
“Kalau sudah kena seperti sekarang, semuanya jadi dirugikan. Pelanggan terganggu airnya, PDAM harus cepat tanggap, dan kalau terlambat sedikit saja, langsung kena komplain. Padahal bukan karena tidak sigap, tapi kadang alat dan bahan pendukung tidak tersedia di gudang, jadi proses perbaikan butuh waktu,” jelasnya.
Direktur PDAM juga menambahkan, penggantian kerusakan bisa dilakukan oleh PDAM maupun kontraktor, tergantung penyebab dan hasil kesepakatan di lapangan.
“Kalau sudah terjadi, yang menanggung kerugian bisa PDAM atau kontraktor. Jadi dua-duanya bisa terdampak. Karena itu, koordinasi sejak awal sangat penting untuk mencegah hal seperti ini,” tutupnya.
Langkah cepat PDAM Kabupaten Solok dalam menangani kebocoran pipa hingga malam hari menunjukkan komitmen pelayanan publik yang patut diapresiasi. Namun demikian, penting bagi seluruh pihak terkait baik instansi teknis, kontraktor, maupun masyarakat untuk saling berkoordinasi demi menjaga keberlangsungan layanan air bersih.
Air bersih adalah hak dasar masyarakat, dan penyelenggara layanan publik wajib memastikan setiap gangguan ditangani dengan cepat, terbuka, dan penuh tanggung jawab.(R/*)






