Kasus dugaan keracunan tersebut sempat membuat puluhan siswa dilarikan ke IGD RSUD Padang Panjang setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Meski demikian, Dinas Kesehatan memastikan bahwa program MBG tidak dihentikan sepenuhnya.
“Selama dapur SPPG belum beroperasi, program MBG tetap berjalan dengan mengganti menu menjadi makanan dan minuman dalam kemasan atau cepat saji,” tambahnya.
Langkah ini diambil untuk menjaga kesinambungan program prioritas pemerintah dalam meningkatkan gizi anak sekolah, sekaligus memastikan aspek kebersihan dan keamanan pangan benar-benar terjamin sebelum dapur kembali beroperasi.(Rds)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











