Kabar tersebut dengan cepat menyebar di masyarakat dan membuat heboh jagat maya serta grup WhatsApp warga Padang Panjang, yang dikenal sebagai kota kecil berhawa sejuk di Sumatera Barat.
Sumber di lapangan menyebutkan, sekitar 80 persen siswa yang sempat mengalami keluhan telah dipulangkan oleh pihak sekolah setelah mendapatkan pemeriksaan awal. Namun sebagian lainnya tetap dirujuk ke RSUD untuk menjalani observasi medis lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Padang Panjang dan laboratorium terkait masih melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan guna memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut.
Sementara itu, Pemerintah Kota Padang Panjang menyatakan keprihatinan atas insiden ini dan memastikan penanganan cepat serta evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penyediaan dan distribusi MBG di setiap sekolah.
“Program Makanan Bergizi Gratis ini pada dasarnya bertujuan baik, untuk meningkatkan asupan gizi dan konsentrasi belajar anak-anak. Namun, kejadian ini tentu harus menjadi bahan evaluasi agar pengawasan lebih ketat dilakukan ke depan,” ujar salah satu masyarakat setempat saat dikonfirmasi.
Kejadian ini menambah daftar panjang kasus dugaan keracunan yang melibatkan program makan bergizi di berbagai daerah. Masyarakat berharap agar pemerintah segera menindaklanjuti dengan langkah konkret, termasuk memastikan keamanan bahan pangan dan proses pengolahan makanan bagi siswa sekolah.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











