“Sentra Fauna dan Kuliner Jakarta akan menjadi ruang publik yang higienis, ramah keluarga, sekaligus destinasi baru yang lebih menarik dibandingkan Barito,” ujar Ratu.
Disisi lain Ratu menjelaskan, Lenteng Agung dipilih sebagai lokasi karena memiliki lahan milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta yang strategis, dekat dengan akses transportasi umum, seperti Stasiun KRL Lenteng Agung dan jalan tol.
“Kami ingin menghadirkan pusat fauna dan kuliner yang bukan hanya nyaman untuk berdagang, tetapi juga menarik sebagai destinasi wisata warga Jakarta,” ujar Ratu, Kamis (25/9/2025).
Berdasarkan data terakhir, pembangunan 22 kios di Zona A (Kuliner) seluruhnya sudah rampung dengan pemasangan keramik lantai yang selesai pada 28 September 2025.
Di Zona C dan D (Pedagang Burung dan Pakan Hewan) seluruh kios sudah berdiri dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat, begitu juga dengan Zona E (Kuliner dan Parcel).
Adapun Zona B yang diperuntukkan bagi amphitheater masih belum berproses. Kehadiran amphitheater di Zona B juga diproyeksikan menjadi daya tarik tersendiri sebagai ruang pertunjukan dan kegiatan seni budaya.
“Selain kios, Sentra Fauna dan Kuliner Jakarta ini juga dilengkapi dengan area pendukung, seperti lahan parkir yang memadai, area makan, serta fasilitas untuk instansi terkait seperti Satpol PP dan Gulkarmat,” tandasnya. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











