Mengerek Dividen BUMN, Haidar Alwi Punya Cara Efektif yang Sejalan Danantara dan INA

Mengerek Dividen BUMN, Haidar Alwi Punya Cara Efektif yang Sejalan Danantara dan INA
Ir. R. Haidar Alwi, MT.
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, menegaskan bahwa dividen BUMN bukan sekadar angka di neraca, tetapi wujud konkret bagaimana negara hadir dalam kehidupan rakyat.

Dalam pandangannya, Pasal 33 UUD 1945 harus dijadikan kompas utama: cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Maka, strategi meningkatkan dividen BUMN tidak boleh hanya berbicara laba jangka pendek, tetapi juga arah ekonomi berkelanjutan yang adil, efisien, dan sejalan dengan arsitektur baru investasi negara. Danantara dan INA (Indonesia Investment Authority, Lembaga Pengelola Investasi Negara).

Baca Juga :  Diskusi Nasional Danantara, Adib Miftahul Soroti Banyak Proyek Investasi Daerah Gagal Capai Target

Dividen BUMN Sebagai Pilar Kedaulatan.

Saat ini, setoran dividen BUMN ke APBN baru sekitar Rp86 triliun pada 2024, padahal total aset BUMN sudah mendekati Rp10.950 triliun.

Haidar Alwi melihat kesenjangan ini sebagai tanda bahwa efisiensi dan tata kelola masih perlu diperbaiki.

Dividen seharusnya tumbuh selaras dengan peningkatan produktivitas, hilirisasi, dan integrasi logistik, bukan sekadar memeras payout.

“Dividen itu akibat, bukan tujuan. Akar kenaikan dividen haruslah produktivitas, efisiensi, dan keberanian bertransformasi,” tegas Haidar Alwi.

Haidar Alwi menekankan, BUMN tidak boleh lagi terjebak dalam logika lama: tarif dinaikkan, rakyat terbebani, laba sementara naik, tapi daya beli jatuh.

Baca Juga :  Haidar Alwi: Erick Thohir Harus Diapresiasi atas Prestasi Timnas U-23

Justru dengan menurunkan biaya operasional, memperbaiki rantai pasok, serta memperluas hilirisasi mineral dan energi, dividen bisa naik secara sehat tanpa mengorbankan rakyat.

Haidar Alwi juga menekankan bahwa dividen harus diukur dari sejauh mana ia berkontribusi pada kesejahteraan.

Jika dividen besar tapi harga pangan tetap mahal, listrik sering padam, dan logistik masih lambat, maka dividen itu hanya angka.

Dividen yang sehat adalah yang tumbuh sejalan dengan turunnya biaya hidup masyarakat.

Danantara dan INA Sebagai Mesin Ungkit Baru.

Keberadaan Danantara sebagai superholding investasi dan INA sebagai sovereign wealth fund adalah game changer.

Baca Juga :  REPOSISI POLRI BUKAN AGENDA NEGARA

Dengan model ini, sebagian dividen BUMN disalurkan ke Danantara untuk diputar kembali ke proyek strategis: data center, energi baru terbarukan, logistik, hingga kesehatan.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *