Warga Perumahan Kalideres Permai Rame-Rame Protes Keberadaan Bangunan di Lahan Fasun

Otonominews
Warga Perumahan Kalideres Permai Rame-Rame Protes Keberadaan Bangunan di Lahan Fasun
120x600
a

Ketua RW 014, Hendra Nipa, pun mengakui kejanggalan ini. “Masih ada satu bangunan yang dipertahankan Pemda. Warga heran, karena pemiliknya tidak berdomisili di sini lagi, Rumahnya sudah pindah. Kami juga ingin kejelasan dari bagian aset,” ujarnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan pembangunan pagar pembatas fasum sedang berlangsung. Tapi keberadaan satu bangunan furniture itu seolah menodai rencana Pemda menjadikan lahan tersebut ruang terbuka hijau.

Baca Juga :  Warga Berseragam FKPM Terciduk Kamera Menyundul Ketua RT Saat Cekcok Proyek Pemprov di Kalideres

Warga khawatir ada permainan antara oknum pegawai Pemda dan pemilik usaha, sehingga tujuan fasum sebagai ruang hijau publik tertunda.

Warga RW 014 berharap satu hal jelas: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung harus turun tangan, menegaskan bahwa tanah fasum untuk kepentingan warga, bukan untuk kepentingan segelintir orang.

“Bongkar bangunan liar itu, pulihkan fungsi fasum, dan biarkan anak-anak serta warga menikmati ruang hijau yang telah lama dinantikan,” demikian disampaikan dalam rilis media tersebut.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *