Terkait dengan kepemimpinan barunya di METI, Zulfan beharapkan mampu memperkuat kolaborasi dan mempercepat peningkatan bauran energi nasional.
“METI ini bukan soal menang atau kalah, melainkan wadah bersama. Kami ingin seluruh pemangku kepentingan terwakili dan bisa bersinergi,” tuturnya.
Zulfan, yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Produsen Listrik Tenaga Air (APPLTA) serta dikenal sebagai pengusaha di sektor energi terbarukan, menyampaikan bahwa kepengurusan METI ke depan akan dirancang inklusif.
Ia juga berencana melibatkan berbagai asosiasi energi terbarukan sebagai ketua bidang ex-officio di dalam struktur organisasi.
“METI akan memberi ruang bagi asosiasi-asosiasi energi terbarukan untuk memimpin bidang masing-masing dalam struktur organisasi, sehingga lebih inklusif,” katanya.
Sementara itu, Mantan Dewan Pengawas METI, Riki Firmandha Ibrahim, menyampaikan harapan besarnya atas kepemimpinan baru ini.
Menurutnya, METI tidak boleh hanya menjadi wadah kepentingan bisnis semata, melainkan harus fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berintegritas dalam mendorong pertumbuhan energi terbarukan di Indonesia.
“Dampaknya tidak hanya pada kemenangan tender proyek, tetapi juga pada lahirnya SDM yang mampu membangun dengan tata kelola baik dan berintegritas, sehingga mendukung perekonomian nasional,” ujar Riki.
Ia menegaskan bahwa tata kelola tender proyek energi terbarukan (ET) harus akuntabel dan transparan agar kegagalan pembangunan bisa diminimalisasi.
Sejalan dengan harapan Ketua Dewan Pengawas METI 2022–2025, Rachmat Gobel, yang juga anggota DPR, METI didorong untuk berperan aktif mencetak SDM kompetitif yang mampu bersaing di tingkat Asia hingga global.
Lebih jauh, dalam tiga tahun ke depan METI diharapkan mampu berkontribusi nyata mendukung pemerintah, sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo dalam mencapai target transisi energi nasional.
“Fokusnya tidak hanya menjaga keamanan energi, tapi juga mewujudkan kemandirian energi yang berkelanjutan,” kata Rachmat Gobel.
Dengan terpilihnya Zulfan Zahar, harapan publik kini tertuju pada bagaimana METI akan mengambil peran lebih besar dalam mendukung transisi energi Indonesia.
Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu membawa organisasi menjadi motor penggerak dalam melahirkan SDM unggul, memperkuat tata kelola proyek, dan mempercepat terwujudnya kemandirian energi nasional.[zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












