JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) bakal mendorong agar pelaksanaan tender Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ada di pemerintahan di dipercepat. Asosiasi ini juga mendorong agar Koperasi Merah Putih terlibat dalam pengembanga dan pembangunan EBT di daerah-daerah.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum METI yang baru terpilih, Zulfan Zahar. Dia terpilih melalui voting dalam Musyawarah Nasional (Munas) METI yang berlangsung di Auditorium Kantor Pusat PLN, Melawai, Jakarta Pusat, Sabtu (16/8/2025).
Dalam pernyataannya seusia terpilih sebagai Ketum, Zulfan menegaskan bahwa pada 100 hari pertamanya memimpin METI, dia akan fokus pada penyusunan kepengurusan serta percepatan tender proyek energi baru terbarukan (EBT).
Menurutnya, regulasi yang ada sudah cukup, namun pelaksanaan kerap terhambat birokrasi dan lemahnya komunikasi antar-lembaga.
“Kami ingin METI jadi pelumas, bukan penghambat. Semua ekosistem sudah siap, kuota sudah siap, regulasinya sudah siap. Tinggal bagaimana kita jalankan percepatan,” katanya.
“Kita tidak ingin terlalu banyak seminar. Kalau ada masalah, langsung turun ke lapangan dan cari solusi. Yang terpenting sekarang adalah mempercepat tender EBT, termasuk tenaga air, angin, biomassa, dan surya,” tambah dia.
Zulfan juga menekankan pentingnya peran swasta dalam mempercepat transisi energi. Ia menyebut potensi investasi bisa mencapai USD 200 miliar jika tender EBT dibuka lebih luas.
Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) juga mendorong Koperasi Merah Putih terlibat dalam pengembangan dan pembangunan Energi Baru Terbarukan (EBT) di daerah-daerah.
Terkait pengembangan dan pembangunan EBT di daerah, Zulfan mengungkapkan dapat dilakukan sesuai dengan kearifan atau potensi dari daerah yang bersangkutan.
“Misalnya di Pulaau Buru, dia penghasil ranting, maka pembangkitnya biomass. Kalau di NTT penghasil panas, maka pembangkitnya solar panel. Jadi disesuaikan saja dengan pontensi daerahnya,” kata dia.
Terkait pendanaan, Zulfan yakin banyak investor yang akan tertarik untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan di daerah.

METI juga siap membantu terkait sumbar daya manusia (SDM) yang dibutuhkan dalam dalam pengembangan EBT di daerah.
“Kami di asosiasi sudah ada Dewan Ketrampilan Energi Terbarukan. kalau itu tidak ada di wilayah maka kami yang kirim dan ini sudah ada yang berjalan,” ungkapnya.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












