Selain itu, BNPB memantau penanganan karhutla di sejumlah wilayah, khususnya provinsi prioritas. Karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah, BPBD provinsi memantau api berhasil dipadamkan di seluruh wilayah pada Minggu (2/8/2025).
Pemadaman sejumlah titik api di beberapa wilaya dilakukan tim gabungan. BPBD mencatat total lahan terbakar seluas 428,2 ha.
Masih di Pulau Kalimantan, BNPB memantau adanya titik panas sebanyak 51 titik di Provinsi Kalimantan Barat pada Minggu (3/8/2025).
Penanganan karhutla dibantu dengan adanya hujan intensitas ringan hingga lebat selama 24 jam terakhir yang turun di sebagian wilayah Kalimantan Barat.
Luas lahan terbakar hingga 3 Agustus 2025 mencapai 1.165,02 ha. Lahan terdampak paling besar berada di Kabupaten Ketapang seluas 497,82 ha.
Sedangkan di wilayah Provinsi Riau, penanganan karhutla masih terus berlangsung hingga Sabtu (2/8/2025). Data BPBD Provinsi Riau pada Sabtu (2/8/2025), luas lahan terbakar mencapai 1.496,94 ha.
Pantauan pada Sabtu kemarin, kualitas udara beberapa wilayah berada pada kategori baik, seperti di wilayah Pekanbaru, Kampar, Siak, Bengkalis, Dumai dan Rokan Hilir.
Menyikapi bencana hidrometeorologi, BNPB mengimbau pemerintah dan warga untuk selalu waspada dan siap siaga. Dalam penanganan karhutla di wilayah provinsi prioritas, BNPB telah menegaskan pentingnya upaya pencegahan dan mitigasi.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto telah melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau, Sumatra Selatan, Jambi dan Kalimantan Barat untuk memastikan penanganan karhutla berjalan optimal.
Pada potensi bahaya banjir, warga dapat bersiaga dan waspada apabila hujan lebat turun di sekitar tempat tinggal atau di bagian wilayah hulu, serta berdurasi lama.
Warga dapat memantau kondisi cuaca secara berkala pada portal resmi pemerintah sebagai upaya kesiapsiagaan, seperti upaya evakuasi dini menuju ke tempat yang lebih aman.[zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











