“Kami dari PPAK melihat bahwa pameran IndoBeauty Expo menjadi momentum strategis untuk menjawab tantangan tersebut,” katanya.
Pameran ini bukan hanya sebagai ajang showcase produk, tetapi juga ruang kolaborasi yang menghubungkan para pelaku usaha dari berbagai segmen industri kecantikan, pertumbuhan industri kosmetika nasional pasti akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Kami berharap IndoBeauty Expo dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem industri kecantikan nasional, mendorong inovasi, serta membuka kesempatan pasar yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.”
Rangkaian acara dirancang dalam format seminar, workshop, dan talkshow inspiratif. Peserta diajak menyelami isu penting seperti Isu regulasi halal juga menjadi sorotan.
Dengan pembahasan mendalam di “Claim VS Over Claim? Halal 2026?” dan LPPOM hadir dengan seminar strategis “2026 Wajib Halal: Strategi Praktis untuk Industri Kosmetika”, menjawab kebutuhan industri menghadapi regulasi halal.
Tak ketinggalan, Fakultas Kedokteran Gigi lewat seminar bertema “The Importance of Caries Prevention for Children’s Growth and Development”.
Di sesi workshop, akan disampaikan tips makeup cepat dan praktis dalam “3-Minute Commute Makeup Tutorial”, demo rias memukau bertajuk “Showty Glam the Stage” yang menjadi penutup acara penuh gaya.
Sementara itu, talkshow menghadirkan diskusi mendalam dengan tema “Maklon Cerdas, Produk Laris”.
Salah satu program unggulan di INDOBEAUTY Expo 2025 adalah sesi Business Matching yang berlangsung setiap hari selama pameran.
Program ini difasilitasi langsung oleh tim Krista Exhibitions dan menghadirkan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO).
Kegiatan ini dirancang untuk membuka peluang kolaborasi antara brand kecantikan dengan pelaku ritel, serta mendorong terbentuknya kemitraan bisnis yang berkelanjutan.
Diharapkan, Business Matching ini mampu mempercepat ekspansi pasar bagi merek lokal maupun internasional di industri kecantikan.
Kesuksesan penyelenggaraan IndoBeauty Expo 2025 turut didukung oleh berbagai pihak, antara lain Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Perindustrian RI, Kementerian Pariwisata RI, serta asosiasi industri seperti Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (PPAK Indonesia), Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia (APSKI) , dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO).[zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed







