Akalan-akalan Mewujudkan Target Kemiskinan Ekstrem Nol Persen Pada 2029

Otonominews
Akalan-akalan Mewujudkan Target Kemiskinan Ekstrem Nol Persen Pada 2029
Foto ilustrasi kemiskinan esktrim/net.
120x600
a

“Kita membutuhkan ukuran kemiskinan yang lebih progresif, agar intervensi kebijakan benar-benar menjangkau kelompok miskin yang nyata, bukan yang disederhanakan oleh angka,” tambahnya.

Shofie menyebut, target nol persen kemiskinan ekstrem pada 2029 adalah bentuk “target gagah yang kosong”, karena dirancang agar mudah dicapai, bukan untuk benar-benar menyelesaikan akar kemiskinan.

“Pemerintah menciptakan target yang terlihat heroik, tetapi pada dasarnya hanya mengandalkan standar minimal. Ini manipulatif secara politik,” ujar Shofie.

Baca Juga :  Luncurkan Portal Satu Data, Gubernur Pramono: Jakarta Siap Bersaing dengan Kota-Kota Besar Dunia

Ia menilai penggunaan indikator sempit ini bisa menciptakan ilusi keberhasilan sambil mengabaikan realitas puluhan juta rakyat miskin yang hidup sedikit di atas garis kemiskinan ekstrem.

Menurutnya, kebijakan pengentasan kemiskinan seharusnya mendorong reformasi struktural dan distribusi kesejahteraan yang lebih adil.

“Jika kita benar-benar ingin menghapus kemiskinan ekstrem, maka target 0 persen harus didasarkan pada garis US$ 3,00 PPP per kapita per hari, bukan yang lebih rendah,” katanya.

Baca Juga :  Masih Rentan dari Target Pemerintah, Inflasi Tahunan DKI Jakarta Capai 2,12 Persen

Dengan standar yang lebih tinggi tersebut, Shofie menilai strategi pertumbuhan ekonomi juga akan terdorong untuk lebih inklusif dan berpihak pada rakyat bawah.

“Kita hanya bisa memberi apresiasi pada target nol persen jika didasarkan pada ukuran yang realistis dan bermakna,” pungkasnya.[zul]

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *