Muhidi juga menyoroti pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi tantangan hidup, dengan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan terus meningkatkan kualitas pendidikan.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan pelatihan keterampilan yang berkelanjutan, peluncuran modal usaha, serta peningkatan literasi digital dalam pemasaran produk UMKM.
Menanggapi hal itu, Muhidi menyatakan bahwa pemerintah daerah, bersama legislatif, perlu memperkuat program-program pemberdayaan ekonomi berbasis keluarga dan mendorong pemerataan akses pendidikan yang berkualitas.
“Peningkatan ekonomi masyarakat harus dimulai dari rumah tangga. Maka dari itu, pelatihan dan akses modal harus terus diperluas. Pendidikan juga menjadi fokus kita bersama untuk masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Reses dijadwalkan berlangsung hingga 31 Juli 2025, dengan berbagai lokasi kunjungan yang dirancang untuk menyerap lebih banyak aspirasi masyarakat di Kota Padang. (Ridwan)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











