JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Niat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membongkar tiang monorel mangkrak di Jalan HR. Rasuna Said Jakarta Selatan, dan Jalan Asia Afrika di Jakarta Pusat tidak bisa berjalan mulus.
Pasalnya, rencana itu terhambat oleh oknum “orang lama” yang berkontribusi saat pembangunan. Pramono pun menegaskan akan berusaha sekeras mungkin untuk dapat membongkar tiang pancang yang keberadaannya dirasa mengganggu estetika kota.
“Biasa lah di Jakarta ini, kalau ada keinginan untuk menyelesaikan, muncul lah orang-orang yang dulu merasa punya kontribusi. Tapi saya yang begitu-begitu saya tidak peduli,” kata Pramono di depan awak media di Balai Kota Jakarta, Rabu, (23/7/2025).
Mas Pram, sapaan akrab Pramono, mengaku telah bersurat ke lembaga penegak hukum terkait persoalan tersebut. Jika sudah ada restu dari aparat penegak hukum baru lah pihak Pemprov DKI Jakarta membabat habis tiang monorel yang dibangun di era Gubernur Sutiyoso pada 2004 silam.
Mas Pram mengaku sudah bertatap muka dengan pihak PT Adhi Karya (Persero) untuk membicarakan hal ini. PT Adhi Karya merupakan pihak yang memiliki wewenang terhadap tiang monorel yang terbengkalai lebih 20 tahun tersebut.
“Kami sedang menunggu arahan aparat penegak hukum. Saya sudah menulis surat dan saya sudah ketemu sama Adhi Karya,” katanya.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












