Firdaus menyebut Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sangat terbuka terhadap kritik dan masukan.
“Pak Gubernur akan memfasilitasi, dan kami dari tim akan bantu selesaikan masalah-masalah krusial Jakarta, dari sampah, banjir, air bersih, kemacetan, hingga krisis lingkungan di wilayah pesisir,” paparnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dari hulu, bukan hanya mengandalkan solusi di hilir.
“Tanpa partisipasi publik, ini tidak akan jalan. Maka harus ada edukasi dan sosialisasi. Kalau tetap tidak berhasil, ya kita lakukan penegakan hukum (law enforcement) dengan insentif dan disinsentif,” tegasnya.
Turut hadir dalam diskusi itu, Lurah Rorotan, Ahmad Fitroh memastikan sosialisasi kepada warga terkait pentingnya Refused Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara sudah disosialisasikan dengan baik kepada warga.
Ia mengatakan, tahapan sosialisasi bersama unsur Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta sudah dilakukan sejak masa pra pembangunan RDF Plant Rorotan. Tujuannya, agar warga mengerti dan memahami keberadaan RDF Plant Rorotan dalam mengatasi persoalan sampah.
Dalam sosialisasi yang dilakukannya, warga menyampaikan aspirasi terkait perlunya akses jalan untuk mobilitas truk-truk sampah.
“Saya kira infrastruktur jalan ini memang sangat diperlukan. Terlebih, memang di awal itu sudah menjadi program dari fasilitas untuk pendukung RDF ini. Itu yang masih ditunggu sama masyarakat,” Ungkapnya. Kamis. (10/7/2025).
Pada diskusi kali ini banyak peserta yang menanyakan ketidak hadirnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto atau yang mewakilinya. Padahal pembahasan yang dibeda menyangkut unit yang dipimpinnya.
Menurut Humas DLH. Yogi Ikhwan dalam pesan whatsapp yang terkirim mengatakan bahwa Kadis LH sedang mengikuti acara Kementerian Lingkungan Hidup. (dmn)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












