Iran Vs Israel: Deadline dan Deadlock

Otonominews
Iran Vs Israel: Deadline dan Deadlock
Ilustrasi perang Iran Vs Israel/msn.
120x600
a

Dari 408kg uranium premium ini yang siap naik level ke 90%. Para pakar pertahanan dan militer memperkirakan, bahwa Iran telah membuat bom nuklir 3,9 kg yang setara dengan 9 bom nuklir. Jika benar, maka 3,9 kg ini akan mengubah sejarah perang dan konflik. Iran will be completely nuclear silent. Menjadi negara nuklir unofficial.

AS dan Israel dengan semua sekutu nya di eropa saat ini sedang gambling, apa dan bagaimana nuklir Iran sebenarnya, mereka sudah blackout. Tidak mendapatkan akses informasi yang cukup terutama Pasca perang.

Jika saja Iran resmi menjadi negara nuklir walaupun tidak diumumkan ke publik, maka ini akan mengubah peta GeoPolitic timur tengah secara signifikan. Negara negara proxy AS di timur tengah seperti arab Saudi, Bahrain, Qatar, UAE, dll akan segera juga meminta hak untuk memiliki senjata nuklir. Alasan lain inilah yang membuat AS ngotot bahwa Iran tidak boleh punya nuklir.

Baca Juga :  Haidar Alwi Anggap Wajar Serangan Iran ke Israel Memicu Fluktuasi Harga Minyak Dunia

Faktor lainnya, AS meyakini bahwa perang dengan Iran bukan hanya perang biasa, tapi juga perang agama. Para elit politik AS dan Israel percaya bahwa perang dengan Iran adalah perang eksistensial bagi Israel. Iran yang bertahan atau Israel bertahan. Salah satunya harus mati. Karena ini dianggap perang agama, Islam lawan non Islam. Hal ini pernah disampaikan oleh menteri luar negeri AS Marco Rubio tahun lalu.

Bagi Iran, jika saat ini mereka berhenti membuat senjata nuklir, maka Iran dimasa depan tidak akan ada yang bisa menjamin. Apakah akan ada atau akan hilang dari peta. Nuklir Iran saat ini adalah satu-satunya alasan Iran bisa survive di masa masa mendatang.

Baca Juga :  Habib Syakur: Indonesia Tak Boleh Ditekan Melakukan Normalisasi Hubungan dengan Israel

Perang 12 hari kemarin telah memberikan bukti nyata, bahwa hanya nuklir yang bisa memberikan data gertak sehingga Israel buru buru minta perang di stop.

Selain nuklir, AS, Israel, dan Eropa saat ini juga sedang berupaya melucuti kemampuan rudal balistik Iran. Karena selain nuklir, balistik dan hipersonik Iran telah terbukti membawa petaka yang destruktif bagi Israel ke level paling buruk dalam sejarah Zionist.

Antara deadline dan Deadlock, sekarang dunia internasional sedang mengupayakan melucuti nuklir Iran dan program balistik Iran. Semua sedang bertaruh dengan waktu.

Jika dalam beberapa bulan kedepan Iran tidak diserang secara militer skala besar, bisa dipastikan Iran akan sukses menjadi negara nuklir ke 10 di dunia.

Tapi jika AS, Israel, dan sekutunya memutuskan menyerang Iran dengan full scale war. Maka akan terjadi tsunami Geopolitik terbesar di dunia setelah perang dunia ke II, bahkan ujungnya bisa tak terkendali.

Baca Juga :  Megawati Ikut Tanda Tangani Komitmen Bantu Penyintas Perang di Palestina dan Ukraina

Yang jelas, jika all out war jadi dilancarkan ke Iran oleh AS, Israel, dan sekutunya untuk alasan menghentikan nuklir Iran. Ini tidak akan happy ending bagi para AS dkk itu sendiri. Iran akan memberikan kejutan kejutan militer dan teknologi yang belum disaksikan dunia selama ini.[***]

Oleh: Tengku Zulkifli Usman, Pengamat GeoPolitik.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *