KEBIJAKAN terbaru dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang mengizinkan kembali pemerintah daerah untuk mengadakan rapat dan kegiatan resmi di hotel dan restoran patut diapresiasi sebagai angin segar bagi sektor perhotelan dan industri _MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition)_ secara nasional.
Bagi kami para pelaku usaha hotel, keputusan ini bukan sekadar kebijakan administratif. Ini adalah titik balik—sebuah momentum pemulihan setelah lebih dari tiga tahun berada dalam tekanan hebat akibat pandemi COVID-19 dan kebijakan efisiensi anggaran yang ketat.
Selama ini, pembatasan rapat atau kegiatan pemerintah di hotel telah memukul telak pendapatan industri kami. Padahal, kontribusi kegiatan pemerintahan terhadap okupansi hotel sangat signifikan, terutama di luar musim liburan.
Ketika kegiatan rapat, pelatihan, sosialisasi, hingga seminar dilarang atau dibatasi, bukan hanya jumlah tamu yang turun drastis, tetapi juga semangat ribuan pekerja hotel yang terdampak langsung: dari _bellboy, roomboy,_ teknisi, hingga tim _banquet_.
Karena itulah, ketika Mendagri menyampaikan bahwa pemerintah harus menggunakan “perasaan” dan tetap menyelenggarakan kegiatan di hotel terutama bagi yang terdampak berat, kami merasa diperhatikan kembali.
Ini adalah bentuk empati pemerintah terhadap industri yang selama ini mendukung berbagai kebutuhan logistik, akomodasi, dan layanan pertemuan, baik dalam lingkup pemerintah pusat maupun daerah.
Kebijakan ini juga harus dimaknai secara strategis. Pemerintah tidak hanya memberi izin, tetapi mendorong pemerintah daerah untuk lebih bijak dalam menyalurkan anggaran—tidak harus berlebihan, tetapi juga tidak mematikan roda ekonomi lokal.
Dengan demikian, ruang kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri hotel kembali terbuka. Kami siap untuk menyambutnya dengan pelayanan terbaik, profesionalisme tinggi, dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
Selain itu, kebijakan insentif fiskal dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupa diskon pajak hingga 50% bagi hotel dan restoran, menjadi energi tambahan dalam upaya pemulihan sektor ini.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed








