Di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil, insentif ini memberi ruang gerak lebih luas bagi pelaku usaha untuk mengatur ulang strategi, memperbaiki fasilitas, dan yang terpenting menjaga keberlangsungan tenaga kerja yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan.
Namun demikian, sebagai pelaku industri, kami tidak bisa hanya mengandalkan insentif dan kebijakan dari pemerintah. Kebijakan ini harus dijadikan titik awal untuk berbenah.
Kami harus terus berinovasi, memperkuat kompetensi SDM melalui pelatihan dan sertifikasi, mengedepankan prinsip _hospitality_ berbasis teknologi dan kenyamanan, serta membuka diri terhadap berbagai bentuk kolaborasi lintas sektor.
Saya meyakini bahwa keputusan Mendagri dan dukungan pemerintah daerah yang menyambutnya secara terbuka adalah langkah konkret menuju pemulihan ekonomi yang lebih merata. Terutama di kota-kota besar dan destinasi utama, di mana industri hotel dan restoran menjadi bagian tak terpisahkan dari pergerakan ekonomi daerah.
Kebijakan ini juga akan memicu efek domino yang positif. Ketika okupansi hotel naik, maka permintaan terhadap bahan makanan, _laundry_, tenaga kerja harian, bahkan transportasi lokal akan ikut meningkat.
Ini bukan hanya soal pendapatan hotel, tetapi tentang bagaimana satu keputusan dapat menyelamatkan mata rantai ekonomi masyarakat secara lebih luas.
Akhir kata, saya mengajak seluruh rekan di industri perhotelan untuk tidak hanya menyambut kabar baik ini dengan sukacita, tetapi juga dengan tanggung jawab. Mari kita tunjukkan bahwa hotel bukan sekadar tempat menginap, melainkan mitra strategis dalam pembangunan ekonomi daerah.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat, pelayanan terbaik dari kami, dan kerja sama lintas sektor yang kuat, saya yakin industri perhotelan Indonesia bisa bangkit lebih tangguh dari sebelumnya.[***]
Oleh: E.S. Hartono – General Manager Hotel Maxone Kramat Jakarta
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed








