*”Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”*
Pasal tersebut, menurut Haidar Alwi, adalah dasar konstitusional yang menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia bukan untuk diekspor mentah atau dikendalikan asing, melainkan untuk menjamin keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
*Solusi Nasionalis ala Haidar Alwi: Ubah Kebijakan, Bangun Kedaulatan.*
*1. Gencarkan Tambang Rakyat Sesuai UUD 1945.*
Haidar Alwi mendorong legalisasi dan penguatan tambang rakyat melalui sistem perizinan mikro yang ketat dan diawasi negara. Dengan pengelolaan sesuai undang-undang dan Pasal 33 UUD 1945, tambang rakyat bisa menjadi sumber penghidupan langsung yang adil, berkelanjutan, dan berdaulat secara hukum dan ekonomi.
*2. Hilirisasi Emas hingga Produk Akhir.*
Negara perlu investasi langsung dalam pemurnian dan industri perhiasan/elektronik, bukan hanya ekspor emas mentah. Dukungan pada UMKM emas juga sangat strategis untuk menciptakan ekonomi berbasis lokal.
*3. Transisi Batu Bara melalui Pajak Karbon dan Energi Bersih.*
Haidar Alwi mendorong pemberlakuan pajak karbon progresif dan pemanfaatan hasil pajak untuk membiayai energi terbarukan di wilayah tambang seperti surya, mikrohidro, dan panas bumi.
*4. Ekonomi Baterai & EV (Electric Vehicle) Berbasis Nikel Lokal.*
EV adalah Electric Vehicle, atau dalam bahasa Indonesia disebut kendaraan listrik, dalam hal ini Haidar Alwi menegaskan bahwa Pusat riset & pabrik baterai nasional harus diwajibkan menggunakan minimal 50% komponen lokal. Morowali harus menjadi pusat industri EV berskala nasional, bukan hanya untuk ekspor.
*5. Blok ASEAN Tambang Strategis.*
Indonesia perlu memimpin pembentukan konsorsium sumber daya ASEAN untuk logam strategis. Tujuannya adalah meningkatkan daya tawar kawasan terhadap pasar global, sekaligus menjaga stabilitas harga.
6. Dividen Rakyat & Dana Abadi SDA
Setiap keuntungan dari tambang dialirkan ke masyarakat melalui Dana Abadi Nasional dan dividen rakyat wilayah terdampak. Pengelolaan dana ini harus transparan dan digunakan untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan jangka panjang.
*Waktu Bangkit Telah Tiba.*
Haidar Alwi menegaskan:
*“Kita sudah kaya, tapi masih miskin dalam sistem. Kita harus bangkit dari perut bumi sendiri, dengan kebijakan, teknologi, dan hati yang nasionalis. Saatnya bukan lagi mengekspor kekayaan mentah, melainkan menjadikan negara berdaulat dan berkeadilan sosial.” pungkas Haidar Alwi.*










