Untuk tahun 2026, kata Pramono, pembangunan tanggul akan kembali dilanjutkan dengan panjang mencapai 2,4 Km.
“Tahun depan kami akan membangun kembali 1 kilo sehingga 2,4 kilo di tempat ini,” ujarnya.
Dengan demikian kata Pramono, dalam jangka pendek dan menengah persoalan banjir Rob di Muara Angke dapat tertangani. Pemprov DKI segera membuat aturan mengenai larangan pengambilan air tanah di area terdampak untuk mencegah percepatan penurunan permukaan tanah.
“Maka di daerah ini nanti termasuk daerah yang akan kami buat aturan untuk air tanahnya tidak diambil,” ucap Pramono.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menambahkan, dengan dibangunnya tanggul maka sekitar 120 hektare lahan akan terlindungi dari banjir Rob.
“Jadi luasan yang akan dilindungi kurang lebih 120 hektar. Bangunan yang terdampak kurang lebih 282 bangunan,” ujar Ika. (12/6/2025).
Ika menyebut, anggaran untuk pembangunan tanggul penahan Rob tersebut yakni sebesar Rp. 52 miliar.
“Anggaran untuk tanggul mitigasi aja ini kurang lebih sekitar 52 miliar,” tandas Ika. (dmn)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











