JAKARTA.OTONOMINEWS.ID – Politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan juga mantan Mantan Wakil Menteri Agama (2019 – 2024) Zainut Tauhid Sa’adi, mengajak para elit PPP menawarkan gagasan membangun koalisi besar partai Islam non parlemen, yakni kerja sama politik antara dua atau lebih partai politik yang berbasis Islam untuk mencapai tujuan politik dan ideologis bersama.
“Gagasan Ini kan lebih simpatik, dari pada sibuk menjajakan calon Ketua Umum PPP ke berbagai tokoh nasional. Artinya, masalah Ketua Umum memang penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana mengembalikan percayaan publik kepada PPP yang mengaku sebagai representasi politik Islam di Indonesia, “ujar Zainut Tauhid di Jakarta, Senin (2/6/2025).
Perlu diketahui, menurut lelaki kelahiran Jepara ini, selain PPP, ada beberapa partai Islam dan partai yang berbasis Islam yang juga tidak lolos PT, antara lain, PBB, Partai Ummat, Partai Gelora dan Partai Masyumi Baru. Jika partai-partai tersebut bergabung atau bekerja sama maka akan menjadi kekuatan politik yang cukup signifikan.

Seharusnya dengan tidak masuknya partai-partai Islam di parlemen tersebut, melahirkan kesadaran kolektif para pemimpin Islam untuk lebih mengedepankan semangat persatuan dan kebersamaan dalam perjuangan di bidang politik. Sehingga momentum kegagalan masuk di parlemen dapat dimanfaatkan untuk melakukan konsolidasi kekuatan politik Islam di Indonesia.
“Menurut saya, sekarang merupakan momentum yang tepat untuk melakukan konsolidasi politik Islam di Indonesia, dan seharusnya elit PPP yang memelopori gerakan itu,” tambahnya.
Lebih lanjut, setidaknya gagasan koalisi partai Islam di Indonesia memiliki beberapa kepentingan dan implikasi positif, yakni,
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed






