Fungsi utama Jembatan Wear Arafura kini dirasakan langsung oleh masyarakat. Petani dan nelayan lebih mudah membawa hasil panen dan tangkapan mereka ke pasar. Anak-anak sekolah tidak lagi bergantung pada cuaca laut untuk menyeberang ke sekolah. Selain itu, jembatan ini telah mendorong investasi baru, termasuk pembangunan pasar dan penginapan, yang memperkuat potensi wisata bahari di sekitar wilayah tersebut.
Satrio Sugeng Prayitno sebelumnya menyampaikan proyek ini merupakan bagian dari program Nawacita yang bertujuan membangun Indonesia dari pinggiran. Hingga kini, jembatan Wear Arafura masih berfungsi optimal dan telah menjadi ikon kebanggaan masyarakat Tanimbar. Menurut Satrio Sugeng Prayitno, hingga kini pemerintah daerah secara rutin melakukan pemeliharaan ringan dan mempromosikan jembatan ini sebagai bagian dari paket wisata terpadu di kawasan tenggara Maluku.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











