Dalam program JakAmbulans, kata Pramono, ada 86 mobil ambulans dan 17 motor ambulans yang stand-by untuk memberikan respons cepat terhadap kebutuhan medis darurat warga Jakarta.
Layanan ambulans dapat diakses melalui nomor darurat 112 atau 119, serta melalui aplikasi JAKI.
“Ini mudah-mudahan bisa membantu masyarakat yang ada di Jakarta,” kata Pramono.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menjelaskan, layanan JakCare didukung oleh call center yang diisi oleh tenaga psikolog klinis yang siap melayani masyarakat selama 24 jam.
Call center ini terhubung dengan rumah sakit khusus jiwa dan layanan kesehatan jiwa di puskesmas serta rumah sakit umum daerah (RSUD).
“28 dari 44 Puskesmas yang ada di DKI semuanya sudah memiliki tenaga psikolog, begitu juga 31 RSUD semuanya yang sudah menyediakan layanan kesehatan jiwa,” kata dia.
Selain itu, Ani mengatakan, layanan kesehatan JakCare juga diperuntukkan bagi perempuan dan anak korban kekerasan.
Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi upaya Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya melakukan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.
“Yang penting masyarakat itu tahu gimana cara hidup sehat, bahasa kesehatannya promotif. Yang kedua, masyarakat itu melakukan cek kesehatan gratis. Itu namanya preventif,” tandasnya. Dmn)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












