Selain Makan Bergizi Gratis (MBG), terdapat sejumlah program strategis dari pemerintah yang perlu diperhatikan Pemda, di antaranya Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Pembangunan 3 juta Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dalam kesempatan ini, Mendagri juga membahas mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sempat mencapai angka 5,02%.
“Tercatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I tahun 2025 (y-on-y) berada pada angka 4,87%. Pertumbuhan ekonomi nasional ini merupakan hasil kerja keras dari semua daerah juga,” ujar Mendagri.
Mendagri menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia didukung oleh konsumsi rumah tangga dan sangat dipengaruhi oleh daya beli dan uang yang beredar di masyarakat. Selain itu, Mendagri mengimbau Kementerian/Lembaga Pusat untuk tetap membelanjakan anggaran yang dimiliki meskipun terdapat efisiensi, jika tidak maka akan menimbulkan kurangnya daya beli masyarakat.
“Daerah juga harus segera membelanjakan APBD-nya, harus mencapai target pendapatan yang diasumsikan pada saat membuat APBD dan bisa membelanjakan sesuai yang diasumsikan. Belanja pemerintah adalah tulang punggung karena mendorong peredaran uang di masyarakat dan memancing perusahaan swasta agar ekonomi bergerak,” kata Mendagri.
“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, maka yang utama adalah realisasi pendapatan dan belanja daerah,” sambungnya.
Guna mempercepat pertumbuhan ekonomi, Kemendagri telah merekomendasikan sejumlah langkah guna percepatan pertumbuhan ekonomi. Di antaranya, percepatan belanja pemerintah pusat dan daerah, percepatan investasi, terutama investasi padat karya dan meningkatkan kepercayaan kepada konsumen untuk belanja.
“Rekomendasi lainnya adalah menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas dan terakhir mendorong industrialisasi dan hilirisasi,” tutup Mendagri.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












