Kabupaten Batu Bara, yang merupakan daerah pemekaran dari Asahan sejak tahun 2007, dinilai memiliki kekayaan wisata alam dan sejarah yang belum tergarap optimal. Dengan penyusunan RIP yang matang, diharapkan potensi tersebut bisa diolah menjadi kekuatan ekonomi baru.
Sementara itu, Dahrul Idris menyambut baik langkah DPRD Batu Bara dalam menjalin sinergi antar daerah. Menurutnya, pertukaran pengalaman seperti ini penting untuk memperkuat pembangunan daerah yang saling mendukung.
“Kami sangat terbuka untuk berbagi informasi dan pengalaman. Sinergi semacam ini adalah langkah nyata menuju tata kelola pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Dahrul.
Pertemuan ini menandai pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam menyusun kebijakan strategis, khususnya dalam sektor unggulan seperti pariwisata, yang ke depannya diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.(Rd/**)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











