“Karena saya memang menginginkan dalam satu tahun ke depan, mudah-mudahan ketika pasarnya baik, Bank DKI ini bisa melakukan IPO,” harapnya.
Dengan begitu, kata Pramono pengelolaan Bank DKI dapat dikontrol dan diawasi oleh publik.
“Karena bagi saya kalau bisa melakukan IPO yang mengontrol adalah publik,” pungkasnya.
Untuk merealisasi semua itu, Pramono sempat berpikir mengubah nama Bank DKI. Ia berharap perubahan nama itu tata kelola bisa menjadi lebih baik dan profesioanal ke depannya.
“Kita harus memikirkan berubah nama, apakah Bank DKI menjadi Bank Jakarta atau Bank Global ?, sehingga kita dapat melakukan yang namanya Rebranding,” Jelasnya.
Diketahui Bank DKI mengalami gangguan sistem pada layanan transfer antar-bank melalui aplikasi JakOne Mobile. Gangguan sistem ini diduga disebabkan adanya kebocoran dana deposito milik Bank DKI yang tersimpan pada bank BUMN.
Pramono pun memecat Direktur Teknologi dan Operasional (Direktur IT) Bank DKI Amirul Wicaksono. Tak cukup sampai di situ, Pramono pun melaporkan kasus dugaan kebocoran dana deposito tersebut ke Bareskrim Polri. (dmn)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











