Lebih lanjut Alex memaparkan, salah satu dasar dari pemberian rating ini adalah dukungan kuat yang didapatkan Allianz Life dari perusahaan induknya, Allianz SE, dan memiliki dasar modal yang solid.
Profitabilitas perusahaan meningkat pada 2024 dengan pertumbuhan premi yang lebih tinggi, pengurangan biaya berkat digitalisasi, dan manajemen risiko yang lebih baik. Allianz Life memiliki business presence yang kuat, pendekatan risiko yang konservatif, dan portofolio investasi yang sangat likuid.
“Di tengah pasar yang penuh tantangan dan tidak berkembang sesuai harapan, serta munculnya berbagai klaim, Allianz Life telah berhasil mengatasi rintangan ini melalui adaptasi, perencanaan strategis, dan komitmen yang teguh terhadap nasabah kami,” terang Alex.
Retensi peringkat Allianz Life merupakan suatu keberhasilan, didorong oleh pertumbuhan Pendapatan Premi yang diperoleh sepanjang tahun 2024, yang mencapai IDR 16,5 triliun, meningkat 9,6% berdasarkan Laporan Keuangan 2024 (belum diaudit).
“Pendapatan premi perusahaan didukung oleh penjualan yang seimbang antara produk asuransi jiwa unit-link dan produk asuransi jiwa tradisional melalui berbagai saluran distribusi pemasaran,” ungkapnya.
Allianz Life mencapai kinerja dan kesehatan keuangan yang baik di tahun 2024, dengan salah satu indikator tingkat RBC yang berada di 259%, lebih tinggi dari ambang batas yang ditentukan OJK. Allianz Life telah membuktikan komitmen memberikan perlindungan kepada nasabah, melalui pembayaran klaim sebesar Rp 4,18 triliun.
“Dengan kinerja finansial yang solid dan reputasi brand yang kuat secara global, kami terus fokus pada tujuan perusahaan untuk melindungi masa depan lebih banyak masyarakat Indonesia,” katanya.
“Kami juga akan terus berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan asuransi, sehingga industri asuransi di Indonesia juga terus berkembang.” tutup Alex.[zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











