Memasuki hari kedua, kegiatan berfokus pada pendalaman metodologi penelitian yang tepat dan mendalam. Para peserta diajak untuk memahami bagaimana mengaplikasikan metodologi yang sesuai dengan bidang studi masing-masing. Selain itu, mereka juga dipersiapkan untuk menulis proposal PhD yang berkualitas. Sesi ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk berinteraksi langsung dengan narasumber ahli dan saling berbagi pengalaman serta wawasan.
Dua akademisi terkemuka dari UMAM, yaitu Assoc. Prof. Dwi Santoso, Ph.D., dan Assoc. Prof. Sohirin, Ph.D., memberikan panduan praktis kepada peserta untuk mengembangkan kemampuan riset dan penulisan ilmiah mereka. Materi yang disampaikan meliputi berbagai aspek penting dalam penelitian dan penyusunan disertasi yang sesuai dengan standar akademik internasional. Pembahasan mereka sangat relevan dalam menyiapkan peserta untuk menghadapi tantangan dalam perjalanan studi doktoral.
Salah satu tujuan besar dari program ini adalah mendukung upaya Majelis DiktiLitbang PP Muhammadiyah yang tengah menjalankan program 5000 Doktor. Program ini bertujuan untuk menghasilkan lebih banyak doktor dari kalangan akademisi Muhammadiyah, yang diharapkan dapat memperkuat kapasitas riset Indonesia dan membangun jaringan akademik yang solid di tingkat global.
Secara keseluruhan, program Pre-PhD Coaching dan Kuliah Umum yang digelar oleh UMC dan UMAM ini menjadi titik awal yang penuh harapan bagi kemajuan dunia akademik Indonesia.
Melalui sinergi yang kuat antara kedua universitas serta dukungan dari Majelis DiktiLitbang PP Muhammadiyah, diharapkan program ini mampu mencetak lebih banyak akademisi berkualitas. Para akademisi yang berpartisipasi diharapkan siap memberikan kontribusi nyata dalam kemajuan ilmu pengetahuan, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed






