MUI : BPIH Jangan Sampai Ganggu Rasa Keadilan Calon Jemaah Haji

MUI : BPIH Jangan Sampai Ganggu Rasa Keadilan Calon Jemaah Haji
120x600
a

JAKARTA.OTONOMINEWA.ID – Wakil Ketua Wantim MUI Zainut Tauhid Sa’adi, mendukung rencana pemotongan durasi masa tinggal jemaah haji di Tanah Suci. Hal tersebut dimaksudkan untuk menekan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) agar lebih murah sehingga tidak memberatkan jemaah.

Namun demikian, pihaknya berharap, meskipun ada pengurangan BPIH, kualitas layanan terhadap jemaah haji, tentunya tidak boleh berkurang, bahkan kalau bisa harus lebih baik.

“Saya kira rencana pemotongan durasi masa tinggal merupakan langkah maju untuk mengurangi BPIH, ” kata Zainut di Jakarta, Senin (30/12/2024).

Selama ini, kata mantan Wamenag era Jokowi periode (2019 – 2023), pengurangan BPIH hanya bertumpu dari besar kecilnya subsudi nilai manfaat dari BPKH. Jika subsidinya besar maka BPIH menjadi kecil, namun jika subsidinya berkurang maka BPIH menjadi mahal.

Menurutnya, pengurangan BPIH dengan cara menambah subsidi dari nilai manfaat merupakan cara yang tidak kreatif dan tidak sehat. Alasannya, karena berpotensi menggerus nilai manfaat yang pada akhirnya justru akan merugikan jamaah haji yang masih pada posisi masa tunggu ( _waiting list_ ).

Ada pemahaman yang keliru selama ini, bahwa subsidi jemaah haji itu berasal dari pemerintah padahal sebenarnya dana subsidi itu berasal dari jemaah haji masa tunggu ( _waiting list_ ).

r
Lihat Juga :  Upaya Banding, Memenuhi Rasa Keadilan Para Ahli Waris di PN Jakut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

f j