Habib Syakur: Indonesia Tak Boleh Ditekan Melakukan Normalisasi Hubungan dengan Israel

Indonesia Negara Besar dengan Etika dan Peradaban yang Hebat

Habib Syakur: Indonesia Tak Boleh Ditekan Melakukan Normalisasi Hubungan dengan Israel
Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid.
120x600
a

“Kita rindu Presiden Soekarno yang bisa membentuk serta memimpin negara negara gerakan non blok. Nah, sekarang kok merasa banyak tekanan harus normalisasi hubungan diplomatik? Sekala prioritas apa yang menjadi keharusan? Indonesia negara hebat dan besar, apakah harus takut dengan tekanan sehingga harus normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Kan tidak,” tegas Habib Syakur.

Dari pada sibuk memikirkan hubungan diplomatik, Habib Syakur menilai lebih baik Indonesia fokus membenahi hubungan antar-umat beragama, dan menjaga perdamaian untuk kemanusiaan. Karena banyak permasalahan yang menyebabkan disharmonisasi kebangsaan.

Baca Juga :  Habib Syakur Apresiasi Menteri Bahlil dalam Memberantas Ilegal Mining

Bagi Habib Syakur, Indonesia wajib membantu upaya kemerdekaan Palestina. Tapi antara Israel dan Palestina memang tak bisa disatukan.

“Kalau Indonesia memikirkan dua negara ini (Palestina dan Israel) sama-sama merdeka, maka itu tidak mencerminkan etika keindonesiaan dan peradaban luhur bangsa,” lanjutnya.

Alih-alih tertekan, Indonesia harus memegang prinsip politik luar negeri bebas aktif, sehingga tak boleh ada yang menekan apalagi memaksa sikap Indonesia, termasuk terhadap Israel.

Baca Juga :  Disampaikan Dalam 3 Bahasa, Seruan Hentikan Genosida Gaza Menggema dalam Aksi Akbar di Monas

“Maka ngapain meresa tertekan, karena Indonesia negara besar dan hebat. Indonesia berhak memutuskan apa pun dengan politik luar negeri bebas aktif. Tak perlu merasa tertekan,” tegas Habib Syakur.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *