Menag: Ciptakan Pemilu Damai, BKM Diimbau Cegah Aktivitas Politik Praktis di Masjid

Menag: Ciptakan Pemilu Damai, BKM Diimbau Cegah Aktivitas Politik Praktis di Masjid
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas gencarkan Pemilu Damai di Masjid.(Foto: Istimewa)
120x600
a

JAKARTA (Otonominews) – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Kementerian Agama () melakukan upaya turut menciptakan dengan menerbitkan surat Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam.

Surat tersebut ditujukan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi yang juga Kepala Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) tingkat provinsi dan Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota yang juga Kepala BKM Kabupaten/Kota, agar menjaga kekondusifan umat dan sakralitas masjid di wilayahnya, dengan mencegah aktivitas politik praktis di masjid.

Menag menjelaskan, pesan Pemilu Damai dan ajakan menghargai perbedaan pilihan politik juga diimbau agar disampaikan para khatib Shalat Jumat, khususnya menjelang pelaksanaan Pemilu 14 Februari 2024 nanti.

“Pelaksanaan pemilu semakin dekat. Kami mengimbau Khatib Jumat untuk menyampaikan pesan pentingnya menyukseskan pemilu yang damai, menguatkan persaudaraan dan kerukukan, serta mendorong umat untuk menggunakan hak suara secara bertanggung jawab, dan menghargai perbedaan pilihan politik,” terang Cholil Qoumas di Jakarta, Jumat (9/2/2024), kemarin.

“Pengurus BKM dari pusat hingga desa juga diimbau agar masjid tidak digunakan sebagai tempat kampanye politik praktis dengan mendukung partai atau paslon tertentu,” sambungnya.

Ia pun mengimbau, dalam penyelenggaraan Khutbah Jumat, para pengurus dan pengelola masjid serta penceramah diminta untuk memedomani dan menyosialisasikan Surat Edaran Menteri Agama Nomor: SE.09 Tahun 2023 tentang Pedoman Ceramah Keagamaan.

Materi ceramah agama bersifat mendidik, mencerahkan, dan konstruktif; meningkatkan keimanan dan ketakwaaan; menjaga keutuhan bangsa dan negara; tidak mempertetantangkan RAS; tidak menghina dan melecehkan; tidak menghasut; serta tidak bermuatan kampanye politik praktis. Baca Juga Pemilu 2024, Para Politisi Didorong Jadi Negarawan dan Utamakan Kepentingan Rakyat

“Demikian juga kepada para tokoh berbagai agama, saya imbau agar bisa menyampaikan pesan yang sama kepada umat masing-masing dalam setiap kesempatan peribadatan dan perjumpaan,” sambungnya.

r
Lihat Juga :  Menjaga Netralitas Desa untuk Menyukseskan Pemilu Damai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *