SEMARANG (Otonominews.id) – Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) saat ini memegang peran yang cukup penting. Tahun 2025 mendatang, potensi bisnis UMKM diperkirakan mencapai USD 135 Miliar.
Hal ini diungkapkan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Mendag Zulhas) dalam sambutannya pada acara Rakerwil-Rakorwil dan Temu Bisnis UMKM Lembaga Pengembang (LP) UMKM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah di Semarang, akhir pekan kemarin.
Mendag Zulhas menjelaskan, untuk mencapai potensi bisnis tersebut, maka diperlukan 4 pilar peningkatan daya saing UMKM, yaitu inovasi UMKM; akses kemitraan; akses digitalisasi; dan akses pembiayaan.
Saat ini, kata Mendag, Kementerian Perdagangan sedang melaksanakan program kemitraan warung untuk mendorong peningkatan daya saing toko/warung tradisional dengan memfasilitasi akses kemitraan antara grosir modern dengan toko/warung tradisional dan akses pembiayaan antara perbankan dengan toko/warung tradisional.
“Melalui program kemitraan tersebut, warung akan mendapatkan banyak keuntungan, antara lain akses permodalan, jaminan pasokan barang, pendampingan usaha, dukungan manajemen ritel yang modern, digitalisasi pembayaran melalui QRIS, penjualan produk-produk digital seperti pulsa, token listrik, bayar tagihan dan lain-lain,” jelas Mendag Zulhas dikutip dari laman resmi Kemendag, Selasa 10 Oktpber 2023.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












