Sosialisasikan IKD dan NIT pada PMI di Hong Kong, Dirjen Dukcapil: Pelayanan Jadi Lebih Cepat

Dirjen Teguh IKD Hong Kong
Sosialisasi Pembukaan Tabungan Menggunakan IKD/Nomor Identitas Tunggal (NIT) kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong, Minggu (24/9/2023).
120x600
a

Lalu lakukan verifikasi wajah dengan pilih tombol ambil foto untuk melakukan pemadanan Face Recognation.

Setelah tahap pendaftaran di ponsel, pemohon harus mendatangi petugas operator di meja pelayanan setempat untuk mendapatkan dan melakukan pemindaian (scan) kode QR.

Setelah melakukan pemindaian, cek e-mail yang didaftarkan tadi untuk mendapat 6 digit PIN guna aktivasi KTP digital di aplikasi IKD. Kemudian, klik opsi aktivasi.

Selanjutnya, masukkan kode aktivasi atau PIN tersebut dan kode captcha di kolom yang tersedia, lalu klik opsi aktifkan.

Terakhir, masuk ke aplikasi IKD menggunakan PIN yang telah diaktivasi tadi.

Baca Juga :  Rebranding, Dukcapil Ingin Tingkatkan Citranya Sebagai Lembaga dengan Layanan Terbaik

“Kini, KTP digital berhasil diaktivasi di hape Anda. Dengan mengaktivasi KTP digital Bapak/Ibu dapat melihat data-data kependudukan yang sudah dimilik. Misalnya, Kartu Keluarga, akta kelahiran dan sebagainya,” jelas Dirjen Teguh.

Sementara Acting Konsul Jenderal RI Hong Kong, Slamet Nugroho mengungkapkan, di Hong Kong terdapat sekitar 160 ribu WNI. Sebanyak 55 ribu di antaranya ada Macao, dan 80 persen di antaranya adalah para PMI.

“Konjen Hong Kong bertekad memberikan pelayanan dan perlindungan bagi seluruh WNI yang berada di Hong Kong dan sekitarnya,” kata Acting Konjen Slamet Nugroho.

Baca Juga :  Jumlah Penduduk DKI Jakarta Mencapai 11,01 Juta Jiwa

Di tempat yang sama, Direktur Institutional Banking BNI Muhammad Iqbal mengatakan, digitalisasi data kependudukan merupakan sebuah keharusan. Sebab dunia sudah mengalami transformasi digital, termasuk Indonesia.

“Inisiasi IKD ini adalah keharusan. Kami sebagai bank milik negara tentunya akan selalu proaktif dalam membantu pemerintah dalam hal ini Dukcapil untuk mewujudkan digitalisasi data kependudukan Indonesia,” katanya.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Roswita Nilakurnia menambahkan, kehadiran IKD dan NIT dapat mempermudah diaspora di Hong Kong untuk mendapatkan perlindungan, khususnya dari sisi ketenagakerjaan.

Baca Juga :  Pemprov DKI Pastikan Keberlanjutan Program KJMU

“Terima kasih Ditjen Dukcapil yang telah memberikan IKD dan NIT, sehingga para diaspora bisa mendapat kemudahan dalam pelayanan BPJS Ketenagakerjaan,” kata Roswita.***

 

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *