PT Sembilan Berlian serahkan Rp300 Miliar ke BUMM untuk Pengembangan Ekonomi Ummat Berasis Masjid

Otonominews
PT Sembilan Berlian serahkan Rp300 Miliar ke BUMM untuk Pengembangan Ekonomi Ummat Berasis Masjid
120x600
a

Badan Usaha Milik Masjid (BUMM) merupakan konsep kemandirian ekonomi masjid yang digagas dan dipopulerkan oleh pakar ekonomi Syariah sekaligus penulis 32 buku, Ust.Valentino Dinsi, SE, MM, MBA. Konsep ini lahir untuk memberdayakan ekonomi umat berbasis masjid.

Gerakan BUMM dijalankan dan diterapkan secara mandiri oleh pengurus (takmir) di berbagai masjid di seluruh Indonesia, didukung oleh berbagai komunitas dan instruktur wirausaha muslim.

Alasan berbasis masjid, menurut Ust.Valentino, ini mencontoh kiprah Rasulullah, Nabi Muhammad SAW. Selain itu juga berpegang pada Hadist shahih riwayat Bukhari dan Muslim.

“Ada tujuh golongan yang dijanjikan mendapatkan naungan langsung dari Alloh SWT di Padang Mahsyar, ketika tidak ada naungan lain selain milik-Nya. Dari tujuh golongan tersebut satu diantaranya adalah seorang yang hatinya terpaut dengan masjid,”jelas Ust.Valentino.

Baca Juga :  MESJID SEPI TANPA ANAK MUDA

Saat ini sudah ada lima buku yang di tulis Ust. Valentino yang berkaitan dengan masjid, diantaranya yang berjudul ‘Masjid Mandiri’, dan Dana Abadi Masjid, dll.

Pada prinsipnya, lanjut Ust.valentino, dana abadi, adalah dana yang dikelola, bukan untuk dihabiskan, kumpulkan, kelola dan hasilnya yang digunakan. Selain itu, prinsip dasarnya, pokoknya tidak boleh habis, dan hasilnya yang dipakai. Kumpulkan, kelola, hasilkan, gunakan hasilnya.

“Sumber dana abadi, bisa dari deposito emas, wakaf produktif, donasi khusus, hibah, dana CSR perusahaan, ada sekitar 250 sumber pendanaan masjid. Dan itu semua sudah diulas langkah demi langkahnya, dalam buku Dana Abadi Masjid,”Ungkap pendiri Majelis Ta’lim Wirausaha (MTW).

“Kedepan, kami dari BUMM, akan mengadakan pembelajaran dan live melalui FB pro untuk membahas tentang, Ngaji Bisnis ini secara berkesinambungan di Masjid UI, Depok, untuk itu setiap masjid kirim perwakilanya 3 (tiga) orang, yang nantinya akan menjadi ‘Brand Ambasador’ dan akan dibimbing langsung oleh Ust.Valentino, tidak perlu banyak orang, yang penting komitmen,”jelasnya.

Baca Juga :  MESJID SEPI TANPA ANAK MUDA

Ust.Valentino juga menyampaikan bawa kita akan buat model piloting dulu dari Depok, setiap minggunya kita atur agendanya misalnya minggu pertama berkunjung dan ngobrol bareng tokoh pebisnis muslim, minggu keduanya, membahas bisnis berbasis masjid, dan pilihan model bisnisnya yang paling realitis.

Narasumber berikutnya, Irsal Suardi SH (Artina Gold Mining), dengan materi “Emas Sebagai Instrumen Merancang Dana Abadi Masjid dan Persiapan Pensiun’. Menurutnya, bahwa emas merupakan instrument keuangan Syariah yang sangat stabil untuk membangun dana abadi masjid, sekaligus mengamankan masa pensiun pribadi, karena nilainya kebal terhadap inflasi jangan panjang.

Baca Juga :  MESJID SEPI TANPA ANAK MUDA

“Dana abadi masjid konvensional dalam bentuk uang tunai nilainya terus menyusut akibat inflansi dari tahun ke tahun. Memanfaatkan emas sebagai jangkar dana abadi memberikan skema pengelolaan operasional masjid yang berkelanjutan,”jelas Irsal.

Berdasarkan data dari panitia, ada 35 perwakilan masjid dari berbagai daerah, seperti Kota Depok, Tangerang dan Bandung, hadir dalam acara Kajian Ngaji Binsis, Merancang Program Dana Abadi Masjid tersebut.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *