Bahaya Pangkalan Militer Asing
Selain isu politik global, Megawati mengenang langkah progresif Indonesia pada 1965 melalui penyelenggaraan Konferensi Internasional Anti Pangkalan Militer Asing (KIAPMA) di Hotel Indonesia. Ia menilai peringatan tersebut sangat relevan dengan situasi pertahanan saat ini.
“Berbagai intervensi kedaulatan suatu negara merdeka dan berdaulat di Amerika Latin dan Timur Tengah akhir-akhir ini dapat terjadi dengan cepat karena adanya pangkalan militer asing di suatu negara,” ungkap Megawati.
Ia menegaskan bahwa kekuatan pertahanan Indonesia seharusnya dibangun dengan misi perdamaian dunia dan cara pandang geopolitik yang kuat.
Kategori Dunia Baru
Megawati juga mengulas pemikiran geopolitik Bung Karno yang membagi kekuatan dunia menjadi dua: The New Emerging Forces (negara-negara baru merdeka) dan The Old Forces (negara-negara mapan).
Meski berbeda kapasitas, ia menekankan bahwa keduanya harus digerakkan oleh kodrat yang sama, yaitu memperjuangkan kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian dunia.
Ia menyimpulkan bahwa di tengah situasi global yang makin kompleks, pelaksanaan Konferensi Asia Afrika Jilid II menjadi sangat relevan sebagai kompas masa depan bangsa dan dunia.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












