Sementara itu, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi sekaligus Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012, Fauzi Bowo, menegaskan Lebaran Betawi memiliki makna lebih dari sekadar seremoni pasca-Idul Fitri.
Tradisi ini menjadi pengingat penting bagi warga untuk menjaga dan melestarikan budaya Betawi sebagai bagian dari identitas kota.
“Di tengah perkembangan kota yang kian modern dan dinamis, nilai silaturahmi, kebersamaan, penghormatan kepada orang tua, serta gotong royong harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Karena itu, generasi muda perlu dilibatkan dalam penyelenggaraan kegiatan ini,” urainya.
Fauzi, yang akrab disapa Foke, juga menyoroti tradisi antaran dalam Lebaran Betawi sebagai simbol penghormatan kepada yang lebih tua. Tradisi tersebut selaras dengan tema “Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Kota Global”.
“Tradisi ini bagian dari adat yang perlu terus dilestarikan. Melalui momentum ini, seluruh elemen masyarakat diajak menjaga persatuan di tengah keberagaman. Betawi bersatu, Jakarta maju. Insyaallah Indonesia menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tuturnya. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












