“Kita ingin hubungan antara kampung halaman dan perantau tidak hanya sebatas emosional, tetapi juga produktif dan berdampak. Dengan kolaborasi yang baik, insyaAllah kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat,” tambahnya.
Pengukuhan DPP IKM periode 2025–2030 dilakukan oleh Ketua Umum DPP IKM, Andre Rosiade, yang dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen organisasi untuk memperkuat peran perantau dalam pembangunan nasional dan daerah.
Dalam sambutannya, Andre menyampaikan bahwa IKM akan terus menjadi wadah pemersatu perantau Minang sekaligus platform kolaborasi yang inklusif dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan dunia usaha.
Acara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad; Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli; Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor; serta Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung.
Selain itu juga hadir Kepala BP BUMN yang juga merupakan COO Danantara, Dony Oskaria, bersama para bupati dan wali kota se-Sumbar serta jajaran pengurus DPW, DPD, dan DPC IKM dari seluruh Indonesia.
Kegiatan ini menjadi penegas bahwa perantau Minangkabau memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional, sekaligus memperkuat identitas dan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Minang. (Ridwan)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












