BBG lebih ramah lingkungan, karena menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah hingga 20% lebih bersih dibandingkan BBM. Dengan begitu, pemanfaatan BBG turut mendukung dalam akselerasi penggunaan energi ramah lingkungan dan target pemerintah menuju Net Zero Emission.
“Penggunaan BBG memberikan manfaat pada performa mesin kendaraan. Pembakaran gas yang lebih sempurna, sehingga membantu menjaga kebersihan ruang bakar mesin yang dapat menurunkan biaya operasional dan memperpanjang usia pakai kendaraan,” jelas Fajriyah.
Dengan merangkul Komunitas Mobil Gas (Komogas) saat tersedia layanan bengkel keliling hingga 3 April 2026 di Basecamp Komogas, wilayah Kalimalang Jakarta Timur dan 6 – 10 April 2026 di SPBG Bogor. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan teknis, perawatan, perbaikan, dan mengonversi kendaraan ke BBG dengan mudah dan profesional.
Untuk mewujudkan visi ketahanan energi yang solid melalui pemanfaatan BBG, PGN menekankan pentingnya sinergi dan dukungan dari pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya. Melalui Anak Perusahaan yaitu PT Gagas Energi Indonesia, PGN mengelola 14 SPBG, 4 MRU dan 1 Mother Station (MS) untuk melayani BBG. PGN berharap dengan sinergi yang solid dapat mendorong pemanfaatan BBG di masyarakat sekaligus memperluas pembangunan SPBG di berbagai wilayah.
“Pada prinsipnya, PGN terus memastikan keandalan pasokan gas bumi untuk seluruh jaringan SPBG yang tersebar di wilayah. Dengan mengoptimalkan sumber energi domestik, kontribusi ini diharapkan dapat menopang Indonesia dalam menghadapi dinamika energi dunia dan melangkah maju menuju kemandirian energi untuk aktivitas sehari-hari masyarakat,” tutup Fajriyah.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed









