JAKARTA, otonominews.id – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina berkomitmen untuk menjaga ketahanan energi nasional melalui optimalisasi Bahan Bakar Gas (BBG) untuk sektor transportasi darat.
Komitmen ini dijalankan sebagai salah satu solusi energi mandiri, efisien dan ramah lingkungan di tengah dinamika geopolitik global yang fluktuatif dan berdampak pada ketersediaan serta harga energi dunia,
BBG merupakan wujud pemanfaatan gas bumi yang bersumber langsung dari perut bumi Indonesia. Layanan BBG melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) menjadi langkah krusial untuk membantu mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) serta memperkuat ketahanan energi.
“Sejalan dengan peran PGN sebagai Subholding Gas Pertamina berkomitmen untuk senantiasa mendampingi masyarakat dalam mendapatkan akses energi yang andal dan harga yang bersahabat, terutama di tengah dinamika tantangan global saat ini,” ujar Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman.
Pemanfaatan BBG memberikan banyak keuntungan bagi pengguna maupun negara. Dari sisi harga, BBG cenderung lebih ekonomis dan stabil. Harga BBG dipatok stabil di seluruh SPBG dengan harga Rp4.500 per Liter Setara Pertalite (LSP). Harga ini lebih kompetitif dibandingkan BBM nonsubsidi, sehingga mampu menekan biaya operasional kendaraan secara signifikan.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed









