Meski akses investasi semakin terjangkau, Nevi mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati. “Investasi yang terbaik adalah investasi pada leher ke atas, yaitu ilmu pengetahuan. Jangan mudah tergiur oleh janji keuntungan tetap yang tidak masuk akal,” pesannya. Ia juga membagikan tiga prinsip utama perencanaan keuangan keluarga: membedakan kebutuhan dan keinginan, menyiapkan dana darurat, serta disiplin menyisihkan penghasilan untuk investasi, bukan sekadar menyisakan.
Kehadiran Ibu Chelse dan tim dari Bank Mandiri Payakumbuh diapresiasi secara khusus dalam forum ini. Sebagai mitra kerja di Komisi VI, Nevi terus mendorong Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk tidak hanya berorientasi pada profitabilitas, tetapi juga turun tangan mengedukasi masyarakat di daerah.
Kolaborasi dengan Bank Mandiri ini diharapkan dapat mengoptimalkan penyaluran program-program pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Edukasi finansial yang tepat sasaran akan memastikan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di Limapuluh Kota mampu mengelola dana tersebut untuk eskalasi bisnis yang berkelanjutan, bukan untuk sektor konsumtif.
Menutup acara, Hj. Nevi Zuairina berharap pemahaman yang didapatkan hari ini tidak berhenti di ruang sosialisasi. “Mari kita tularkan ilmu ini kepada keluarga dan lingkungan sekitar, agar kita bisa bersama-sama membangun Kabupaten Limapuluh Kota yang tangguh secara ekonomi, dengan setiap rumah tangga yang memiliki perencanaan keuangan yang sehat,” tutupnya.(Rds/Tim MZ)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












