Sebagai balasan, Ramos-Horta menyerahkan sebuah tas kerajinan tangan khas Timor Leste serta kopi Arabika khas Timor Leste yang tersohor. Pertukaran ini bukan sekadar tradisi, melainkan simbolisasi dari kedekatan dua negara yang saling menghargai identitas dan potensi ekonomi lokal masing-masing.
Pertemuan hari ini menjadi kelanjutan dari dialog yang sempat terjalin di Abu Dhabi pada awal Februari lalu. Saat itu, keduanya bertemu dalam rangkaian Zayed Award for Human Fraternity 2026.
Hubungan Megawati dan Ramos-Horta memang dikenal melampaui sekat diplomasi formal. Megawati sering menceritakan hubungan emosionalnya dengan tokoh-tokoh Timor Leste, termasuk sosok Kupa Lopez—Duta Besar Timor Leste untuk Kamboja—yang ia anggap sebagai anak angkat.
Bagi Ramos-Horta, Megawati adalah simbol rekonsiliasi. Kehadiran Megawati pada upacara restorasi kemerdekaan Timor Leste tahun 2002 silam tetap dikenang sebagai tonggak sejarah yang mencairkan kebekuan hubungan kedua negara pasca-jajak pendapat 1999.
Di sisi lain, Ramos-Horta telah pernah secara resmi menyampaikan undangan bagi Megawati untuk berkunjung ke Dili guna menerima Grand Collar of the Order of Timor-Leste, penghargaan tertinggi negara tersebut bagi mereka yang berjasa besar dalam perdamaian internasional.
Sebelum meninggalkan kediaman di Menteng, Ramos-Horta dan Megawati menyempatkan diri melakukan foto bersama dengan seluruh peserta pertemuan.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











