Program Mudik Gratis didukung berbagai pihak melalui skema tanggung jawab sosial (CSR), antara lain Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta, sehingga memungkinkan penambahan kuota peserta seiring meningkatnya antusiasme masyarakat.
Terkait arus balik, Pemprov DKI Jakarta memprediksi jumlah pendatang pasca-Lebaran tahun 2026 berada pada kisaran 10.000 hingga 12.000 orang, lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi tren pemerataan ekonomi di berbagai daerah.
“Jumlah pendatang pasca-Lebaran diperkirakan sekitar 10 hingga 12 ribu orang. Ini menunjukkan adanya perkembangan ekonomi yang semakin merata di berbagai daerah,” jelas Gubernur Pramono.
Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta tetap membuka diri bagi masyarakat yang ingin datang ke Jakarta dengan mengimbau agar memiliki kesiapan dan kemampuan yang memadai.
Terkait ketahanan pangan dan energi menjelang Idul Fitri 2026, Pemprov DKI Jakarta memastikan kondisi tetap aman dan terkendali. Kenaikan harga bahan pokok dinilai masih dalam batas wajar.
“Kenaikan harga pangan masih di bawah lima persen dan tergolong stabil. Stok pangan serta energi seperti LPG dan BBM juga dalam kondisi aman,” jelas Gubernur Pramono.
Pemprov DKI Jakarta terus melakukan pemantauan hingga pasca-Lebaran untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Semoga perjalanan mudik Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian berlangsung lancar, selamat sampai tujuan, dan dapat kembali ke Jakarta dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, serta semangat baru,” tutup Gubernur Pramono. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











