Dalam dialog tersebut, masyarakat dan para siswa menyampaikan langsung pengalaman mereka sebelum dan sesudah adanya jembatan, termasuk tantangan akses pendidikan, transportasi, hingga harapan ke depan.
Interaksi ini menjadi ruang komunikasi dua arah yang memperkuat kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui semangat Presisi.
“Pembangunan ini adalah wujud kehadiran negara untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat konektivitas dan kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa program ini lahir dari semangat Presisi yang tidak hanya dimaknai sebagai konsep kerja, tetapi sebagai cara menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pembangunan ini adalah amanah. Amanah untuk memastikan negara hadir sampai ke ruang hidup masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Di sinilah wajah Polri Presisi hadir secara nyata,” ujar Kapolda.
Kapolda juga menekankan bahwa di tanah Melayu, peradaban tumbuh dari keterhubungan. Sungai-sungai yang dahulu menjadi urat nadi kehidupan kini dijembatani sebagai simbol kemajuan dan kolektivitas.
Program pembangunan 110 jembatan di Riau, menurutnya, bukan sekadar angka. Angka tersebut menjadi simbol komitmen dan nilai pengabdian Polri kepada masyarakat, sekaligus representasi dari semangat pelayanan.
“Sebagaimana layanan darurat 110 yang selalu siap menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkas Kapolda.
Acara peresmian ini turut dihadiri oleh Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Ketua Komisi IV DPR RI, serta sejumlah pejabat utama Mabes Polri, antara lain Kabareskrim Polri, Kabaintelkam Polri, Dankor Brimob Polri, Kadiv Humas Polri, dan Kasatgas MBG.
Hadir pula Plt Gubernur Riau bersama Forkopimda Provinsi Riau, Pangdam I/Bukit Barisan, Bupati Kampar beserta Forkopimda Kabupaten Kampar, serta para kepala daerah kabupaten/kota se-Provinsi Riau.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh unsur masyarakat, tokoh adat, Ketua MKA LAM Riau beserta jajaran, Kepala Baznas Provinsi Riau, serta perwakilan pihak swasta dan organisasi sosial yang turut berkontribusi dalam pembangunan jembatan melalui dukungan CSR dan kolaborasi lintas sektor. []
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











