Menurutnya, kegiatan budaya dan keagamaan tersebut menjadi bukti bahwa Jakarta merupakan rumah bersama bagi seluruh umat beragama sekaligus ruang terbuka bagi pelestarian budaya.
Gubernur Pramono lebih lanjut menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk terus menjaga kehidupan beragama yang aman, nyaman, dan penuh toleransi.
“Sebagai gubernur, saya adalah gubernur bagi semua agama, semua golongan, dan semua kelompok. Komitmen itu akan terus kami jalankan agar Jakarta tetap menjadi kota yang rukun, damai, dan penuh kebersamaan,” tegasnya.
Gubernur Pramono juga mengucapkan selamat kepada umat Hindu yang tengah menjalankan rangkaian Upacara
Melasti dan menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
“Semoga Catur Brata Penyepian dapat terlaksana dengan baik, sehingga kita semua dapat menjadi manusia yang lebih baik, memulai kembali kehidupan dengan hati yang suci, serta menjaga bumi melalui perenungan diri,” harapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang menyampaikan apresiasi kepada Pemprov DKI Jakarta atas dukungan terhadap rangkaian perayaan Nyepi.
Pramono menilai penyelenggaraan berbagai kegiatan keagamaan di Jakarta menunjukkan kuatnya nilai toleransi dan kerukunan masyarakat Indonesia.
“Saya ingin mengucapkan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta yang telah mendukung rangkaian persiapan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Hal ini menjadi wujud nyata bahwa kerukunan dan toleransi umat beragama di Indonesia, khususnya di Jakarta, dapat berjalan dengan baik,” kata Isyana.
Menurutnya, rangkaian perayaan keagamaan yang berlangsung berdekatan, mulai dari Imlek, Nyepi, hingga Idulfitri, menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia mampu menjaga harmoni dalam keberagaman. (OTN- Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











