Gubernur Pramono Resmikan Transjabodetabek Rute Blok M – Bandara Soetta

Gubernur Pramono Resmikan Transjabodetabek Rute Blok M - Bandara Soetta
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (SH2) di Terminal Blok M Jalur 6, Melawai Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2016).

Pramono mengatakan, rute Transjabodetabek SH2 ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menghadirkan transportasi publik yang terintegrasi sekaligus terjangkau bagi masyarakat.

“Selama ini sekitar 70 hingga 80 persen masyarakat masih menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju bandara. Padahal, pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta mencapai lebih dari 54,9 juta orang per tahun,” ujar Gubernur Pramono.

Baca Juga :  Gubernur Pramono Perintahkan Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Dikebut

Ia menjelaskan, rute SH2 menghubungkan kawasan Blok M sebagai area Transit Oriented Development (TOD) secara langsung dengan Bandara Soekarno-Hatta melalui layanan direct service. Kehadiran rute ini memberikan alternatif baru bagi masyarakat yang ingin menuju bandara dari pusat kegiatan di Jakarta Selatan tanpa harus berganti moda transportasi.

“Selama tiga bulan ke depan, terutama dalam rangka menyambut Idul Fitri, tarif tetap ditetapkan Rp3.500. Setelah tiga bulan, kami akan melakukan evaluasi karena beban operasional dan subsidi yang harus ditanggung cukup besar. Setelah masa evaluasi, tarif akan disesuaikan pada kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000,” jelasnya.

Baca Juga :  Dukung Urban Farming, Gubernur Pramono Minta Pemprov DKI Siapkan Panel Surya

Saat ini terdapat beberapa moda transportasi yang melayani rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta, yaitu shuttle DAMRI dengan tarif sekitar Rp80.000, taksi Blue Bird dengan tarif tetap sekitar Rp217.000 (belum termasuk tol), serta layanan transportasi daring seperti GoCar dan Grab dengan tarif berkisar Rp 127.500 hingga Rp 155.500.

Melalui layanan Transjabodetabek SH2, diperkirakan sekitar 1.900 hingga 2.000 penumpang dapat terlayani setiap hari. Target tersebut mengacu pada pengalaman rute sebelumnya, seperti Blok M–Bogor, yang awalnya ditargetkan melayani 2.000 penumpang per hari. Namun, pada hari libur jumlah penumpangnya kini bisa mencapai lebih dari 8.500 orang dengan rata-rata harian di atas 7.000 penumpang.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *