Vasko mengapresiasi kerja keras relawan, perangkat nagari, dan masyarakat yang terus bergotong royong sejak masa tanggap darurat. Ia mengajak seluruh pihak tetap solid agar proses pemulihan berjalan merata.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua harus bergerak bersama agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” katanya.
Sementara itu Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal menyampaikan Nagari Salareh Aia merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup parah, dengan kerusakan rumah, sawah, serta adanya korban jiwa. Ia menegaskan seluruh kerusakan telah didata dan proposal bantuan senilai Rp7,9 triliun telah diajukan ke pemerintah pusat.
Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi tengah menyiapkan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak, dengan tantangan utama pada ketersediaan lahan yang sesuai.
Dari pihak pengurus masjid, Datuak Tan Mangindo menyampaikan bahwa Masjid Suhada’ tetap berdiri kokoh saat bencana dan kini kembali difungsikan untuk kegiatan ibadah. Namun, ia berharap adanya bantuan untuk perbaikan atap masjid yang masih bocor saat hujan.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur menyerahkan bantuan Rp50 juta untuk masjid, 40 mushaf Al-Qur’an, Rp10 juta dari Bank Nagari, Rp3 juta dari Baznas Sumbar untuk petugas masjid, serta bantuan BPBD berupa paket sembako dan perlengkapan ibadah. Safari Ramadan ditutup dengan harapan agar pemulihan pascabencana dapat berjalan cepat, tepat sasaran, dan tidak meninggalkan satu pun warga yang berhak menerima bantuan. (Ridwan/*)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











