“Alhamdulillah, hari ini kita bersama Bapak Wakil Bupati mengunjungi salah seorang warga di Situjuah Batua. Beliau bekerja sebagai petani, istrinya ibu rumah tangga, dan memiliki dua orang anak. Kita ingin memastikan beliau bisa tinggal di rumah yang lebih sehat dan aman,” katanya.
Ia berharap, setelah proses bedah rumah selesai, keluarga Ical memiliki hunian yang lebih layak dan nyaman. Bahkan, Mahyeldi turut mendorong agar keinginan Ical untuk berjualan dapat difasilitasi sehingga ekonomi keluarga semakin membaik.
“Mudah-mudahan rumahnya segera selesai dibangun. Kita juga ingin ada penguatan ekonomi keluarga agar mereka semakin mandiri,” tambahnya.
Gubernur meminta Baznas dan aparat setempat segera menindaklanjuti proses pengerjaan, termasuk meninggikan lantai rumah agar lebih aman dan tidak lembap.
Sementara itu, Ical tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
“Terima kasih banyak, Pak. Alhamdulillah. Cita-cita anak kami ingin rumah yang bagus akhirnya bisa terwujud. Kami sangat bersyukur di bulan puasa ini,” ucapnya.
Ia mengaku sama sekali tidak menyangka akan dikunjungi langsung oleh gubernur.
“Biasanya cuma lihat di TV. Sekarang Pak Gubernur datang langsung dan sahur di rumah kami. Saya sangat terharu,” katanya.
Usai kegiatan tersebut, Mahyeldi melanjutkan agenda ke Masjid Akhdhar Ladang Laweh untuk menunaikan salat subuh. Di sana, ia menyampaikan ceramah dan motivasi kepada generasi muda serta menyerahkan bantuan Rp25 juta dan Al-Qur’an untuk masjid.
Subuh itu menjadi momen yang tak akan dilupakan keluarga Ical. Di saat banyak orang bersiap menyambut fajar, gubernur hadir bukan sekadar berkunjung, tetapi membawa harapan baru akan rumah yang lebih layak dan masa depan yang lebih baik. (adpsb/rds)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











