Namun di sisi lain dia beri apresiasi atas langkah Polda Maluku yang cekatan dan transparan dalam penanganan kasus ini.
“Kami ini bekerja untuk perbaikan Polri, jadi pelaku harus di PDTH sebagai putra Maluku saya memberi apresiasi kepada Kapolda dan jajaran yang kerja cepat dan transparan dalam kasus ini,” ungkapnya.
Selaku aktivis nasional asal Maluku, Sandri sudah berkordinasi dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda Maluku) Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto.
“Saya sudah menghubungi kapolda langsung dan beliau sudah menyampaikan permohonan maaf atas nama institusi kepada keluarga korban dan masyarakat, beliau berjanji akan menangani kasus ini dengan serius dan tranaparan,” ungkap Sandri.
Terakhir, Sandri berharap agar mentalitas personil Polri khususnya Brimob bisa menjadi perhatian khusus agar kedepan lebih humanis dan persuasif dalam penanganan aksi apapun itu.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











