Sebelumnya, Kemendikdasmen juga melakukan kajian evaluasi pelaksanaan dan dampak implementasi MBG di satuan pendidikan sepanjang 2025. Studi tersebut melibatkan 334.128 murid dari 11.143 satuan pendidikan penerima manfaat di 29 provinsi.
Hasil kajian menunjukkan, 69,00 persen murid merasakan perbaikan dalam pola makan dan kualitas gizi. Selain itu, 27,90 persen murid menjadi lebih fokus mengikuti pelajaran, 28,20 persen lebih semangat dalam kegiatan belajar, dan 25,70 persen lebih rajin masuk sekolah. Bahkan, 12,50 persen murid dilaporkan menjadi lebih jarang sakit setelah rutin mengonsumsi MBG.
Data terbaru Kemendikdasmen per 18 Februari 2026 mencatat, sebanyak 43,17 juta peserta didik telah menjadi penerima manfaat MBG dari total 53,4 juta peserta didik yang terdata dalam Dapodik. Capaian ini menunjukkan perluasan jangkauan program yang signifikan secara nasional.
Temuan-temuan tersebut memperlihatkan bahwa MBG tidak hanya berperan sebagai intervensi pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kesehatan dan kesejahteraan peserta didik.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











